Pemrograman Berorientasi Objek (Object Oriented Programmnig)
Pengertian
Bahasa pemrograman pada decade terahir ini mengalami perkembangan yang signifikan seiring perkembangan teknologi.coba kita bayangkan bagaimana bahasa mesin atau bahasa asembli dapat dipahami oleh pionir komputer. Mereka yang terbiasa dengan bahasa progam BASIC atau C akan mengalami kesulitan dalam mengikuti program yang dikembangkan pada Era komputer awal. Bahkan beberapa generasi ketiga yang lebih sederhana pun tetap ada tantanganya karena bahasa tersebut berorientasi pada prosedur, yang memaksa programmer untuk mengikuti alur yang telah ditentukan sebelumnya.
OOP (Object Oriented Programming) atau Pemprograman berorientasi objek adalah suatu cara baru dalam berfikir serta berlogika dalam menghadapi masalah-masalah yang akan dicoba diatasi dengan bantuan komputer.Pemrograman berorientasi objek tidak seperti pendahulunya (Pemprograman Terstruktur), mencoba melihat permasalahan lewat pengamatan dunia nyata dimana setiap objek adalah entitas tunggal yang memiliki kombinasi struktur data dan fungsi tertentu. Ini kontras dengan pemprograman terstruktur dimana struktur data dan fungsi didefinisikan secara terpisah dan tidak berhubungan secara erat.
Secara garis besar, suatu bahasa pemrograman dapat dikatakan sebagai bahasa pemrograman berorientasi objek (atau Object Oriented Programming / OOP) apabila ia mendukung konsep abstraksi (abstraction), enkapsulasi (encapsulation), polimorfisme (polymorphism),dan pewarisan (inheritance). Selain konsep-konsep ini, ada beberapa konsep fundamental lainnya, seperti kelas, objek, dan message.
karakteristik atau konsep OOP yang di Implementasikan
Ø Class
merupakan gambaran dari suatu object,benda atau kumpulan atas definisi data dan fungsi-fungsi dalam suatu unit untuk suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh 'class of car' adalah suatu unit yang terdiri atas definisi-definisi data dan fungsi-fungsi yang menunjuk pada berbagai macam merk/jenis mobil. Sebuah class adalah dasar dari modularitas dan struktur dalam pemrograman berorientasi object. Sebuah class secara tipikal sebaiknya dapat dikenali oleh seorang non-programmer sekalipun terkait dengan domain permasalahan yang ada, dan kode yang terdapat dalam sebuah class sebaiknya (relatif) bersifat mandiri dan independen (sebagaimana kode tersebut digunakan jika tidak menggunakan OOP). Dengan modularitas, struktur dari sebuah program akan terkait dengan aspek-aspek dalam masalah yang akan diselesaikan melalui program tersebut. Cara seperti ini akan menyederhanakan pemetaan dari masalah ke sebuah program ataupun sebaliknya.
Contoh Soal OOP Pada Borland C++
#include
#include
#include
class toko
{
public:
char merk[10];
int jml;
int harga;
int total;
};
toko komputer;
main()
{
clrscr();
cout<<"@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@"<
cout<<"Jumlah :";cin>>komputer.jml;
cout<<"Harga :Rp.";cin>>komputer.harga;
cout<
}